Otodidak dan mendadak saya harus mempelajari software Fluent, sudah sepekan saya utak-atik belajar mengenai mekanisme program ini. Ternyata seru banget belajar ini,thanks berat deh bwat orang2x yang udah bikin program ini. Walaupun hasil secara Eksperimen lebih mendekati Real Case tapi dengan fluent ini lumayan mendekati deh. Paling tidak dapat memprediksi atau membantu fenomena fisika yang sekiranya tidak dapat dilihat oleh mata manusia, (*pada dimensi manusia saat ini). Berikut sebagian kecil hasil karya program Fluent yang barusan dibuat (*langsung publish nih). Kasusnya adalah bagaimana efek yang terjadi pada plenum bawah debris (volume setengah bola) saat fluida masuk ke dalam celah diantara dinding. lets have a look,
nih adalah konturnya si shear stress dari fluida secara 3D tampak atas :
trus yang ini, tampak samping

kontur tegangan geser ini dengan asumsi fluida yang laminar dalam waktu 30 detik. pita warna dari bawah (biru) hingga atas (merah) menunjukkan semakin tinggi nilai si shear stressnya.
trus kalo yang ini kontur densitas fluida-nyah secara 3D capture dari atas, pasti penasaran fluidanya pake apa? fluidanya ini pake liquidwater yang campuran (2 fasa). Yah masih asumsi juga sih…yang penting ditest dulu aja.
nah yang ini tampak dari bawah,
pita warna dari bawah (biru) mpe atas (merah) menunjukkan semakin tingginya nilai densitas fluidanya. wuiy, seru banget kan. Hasil eksperimen pake program Fluent ini masih buanyak aplikasinya,,yah aku sih blum belajar lagi yang lain2xnya (*insyaallah segera menyusul). Nah sekian postingannya, kayaknya seru kalo dipake diskusi bwat analisanya…he
ceck this :
ini beberapa aplikasi si Fluent yang lebih seru dan diindikasikan ngabisin si RAM, (*meshnya bisa bergerak, bisa simulasiin fenomena debris dalam RPV (lihat gambar paling bawah) bahkan bisa bikin simulasi yang kayak video gitu,(^o^)”/pengen).






